Pemanfaatan Hydrogel Nanoekstrasi Daun Kubis (Brassica Oleracea) terhadap Nyeri dan Pembengkakan Payudara Ibu Nifas (Buku Dosen Prodi Kebidanan, STIPABA)

Judul : Pemanfaatan Hydrogel Nanoekstrasi Daun Kubis (Brassica Oleracea) terhadap Nyeri dan Pembengkakan Payudara Ibu Nifas (Buku Dosen Prodi Kebidanan

Pengarang : Luluk Handayani, Sherly Angellina, Lisnawati, Evi

Impresum : Pontianak, Ams Pustaka, 2026

Tahun : 2026

Kolasi : 66 hal.; ilus.; 10cmx14cm

ISBN : —

Kata Kunci : Perawatan tali pusat

Abstrak

Buku pemanfaatan hydrogel nanoekstraksi daun kubis (brassica oleracea) terhadap nyeri dan pembengkakan payudara ibu nifas merupakan buku yang disusun untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan laktasi pada masa nifas. Masa nifas sering disertai keluhan nyeri dan pembengkakan payudara akibat bendungan ASI, terutama pada hari-hari awal postpartum. Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan ibu, proses menyusui, serta berpotensi menurunkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Buku ini membahas mengenai solusi dalam mengatasi permasalahan pada laktasi seperti nyeri dan pembengkakan payudara dengan memanfaatkan bahan lokal atau tradisional (nonfarmakologis) karena memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan dengan obat farmakologis. Daun kubis (Brassica oleracea) mengandung flavonoid, gluksinolat dan antisionin yang memiliki efek antiinflamasi, analgesik, serta dapat mengurangi edema. Senyawa bioaktif daun kubis diperoleh melalui proses ekstraksi, yang di formulasikan dalam bentuk nanoekstraksi.
Buku ini memadukan pemanfaatan daun kubis dalam bentuk teknologi nanoekstraksi yang akan diformulasikan dalam sediaan topikal berbentuk hydrogel (metode modern dressing). Formulasi hydrogel nanoekstraksi daun kubis membantu melepaskan zat aktif secara lebih terkendali dan optimal pada area yang mengalami nyeri. Aplikasi hydrogel dapat menstimulasi permukaan kulit, yang diteruskan ke sistem saraf tepi melalui jalur saraf sensorik, yang merangsang pelepasan hormon endorfin oleh tubuh sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Bingung Perawatan Tali Pusat ??? Jangan Panik Mom!!! (Buku Dosen Prodi Kebidanan, STIPABA)

Judul : Bingung Perawatan Tali Pusat ??? Jangan Panik Mom!!!

Pengarang : Sherly Angellina, Antika Nurvidary, Petrus Budi Rahajo

Impresum : Pontianak, Ams Pustaka, 2024

Tahun : 2024

Kolasi : 66 hal.; ilus.; 10cmx14cm

ISBN : 978-623-5737-53-9

Kata Kunci : Perawatan tali pusat

Abstrak

Tindakan atau cara melakukan perawatan tali pusat sampai dengan pupus
setelah bayi lahir merupakan pengertian dari perawatan tali pusat.
Teknik peraatan yang salah dapat mempengaruhi lama pelepasan tali
pusat hingga infeksi tetanus neonatorum.

Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yakni
menekan angka kematian bayi 12 per 10.000 angka kelahiran hidup pada
tahun 2030. Dengan salah satunya menekan angka infeksi. Data (WHO,
2023), pada tahun 2018 sekitar 2.500 bayi baru lahir meninggal
dikarenakan tetanus , sedangkan di Indonesia Angka Kematian
Bayi (AKB) pada tahun 2022 sebesar 0,51 per kelahiran hidup
(Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, 2022), slah satu
penyebabnya karena infeksi tetanus (Kemenkes, 2022), penelitian
menunjukan bahwa 33% kasus tetanus neonatal diikuti dengan adanya
penyakit omphalitis dan sepsis (Blencowe, 2011).
Omphalitis adalah penyakit lokal yang menyerang neonatus sehingga
diperlukan cara melakukan perawatan tali pusat dengan benar (Steer,
2020)


Perawatan tali pusat secara umum bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi
dan mempercepat pupusnya tali pusat. Infeksi siskemik yang terjadi
pada bayi baru lahir dapat terjadi melalui tali pusat. Infeksi tali
pusat dapat dicegah dengan melakukan perawatan berprinsip pada bersih
dan kering (Maryunani, 2018). Hal ini sejalan dengan Kemenkes 2022
upaya untuk mengurangi angka kematian bayi karena infeksi tali pusat
atau tetanus neonatorum, dengan memberikan pelayanan maternal dan
neonatal berkualitas(cost-efective) yang tertuang dalam tiga pesan
kunci, yaitu setiap kehamilan diberikan toksoid tetanus yang sangat
bermanfaat untuk mencegah tetanus neonatorum, hendaknya sterilitas
harus diperhatikan benar pada waktu pemotongan tali pusat demikian
pula peawatan tali pusat selanjutnya, penyuluhan megenal perawatan
tali pusat yang benar pada masyarakat.